Sekolah Global di Desa Kecil Kalibening


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0503/23/UTAMA/1636607.htm
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0503/23/humaniora/1636659.htm

Sekolah Global di Desa Kecil Kalibening

FINA Af’idatussofa (14) bukan siswa sekolah internasional dan bukan
anak orang berada. Ia lahir sebagai anak petani di Desa Kalibening,
tiga kilometer perjalanan arah selatan dari kota Salatiga menuju
Kedungombo, Jawa Tengah. Karena orangtuanya tidak mampu, ia terpaksa
melanjutkan sekolah di SMP Alternatif Qaryah Thayyibah di desanya.
Namun, dalam soal kemampuan Fina boleh dipertandingkan dengan siswa
sekolah-sekolah mahal yang kini menjamur di Jakarta.

MESKI bersekolah di desa dan menumpang di rumah kepala sekolahnya, bagi
Fina internet bukan hal yang asing. Ia bisa mengakses internet kapan
saja. Setiap pagi berlatih bahasa Inggris dalam English Morning. Ia
pernah menjuarai penulisan artikel on line di kotanya. Ia juga berbakat
dalam olah vokal meski ia mengatakan tidak ingin menjadi seorang
penyanyi. “Kalau menjadi penyanyi, pekerjaanku hanya menyanyi. Padahal,
cita-citaku banyak. Aku ingin jadi presenter, aku ingin jadi penulis,
pengarang lagu, ilmuwan, dan banyak lagi…. Aku juga ingin berkeliling
dunia,” kata Fina.

SMP Alternatif Qaryah Thayyibah resmi terdaftar sebagai SMP Terbuka,
sekolah yang sering diasosiasikan sebagai sekolah untuk menampung
orang-orang miskin agar bisa mengikuti program wajib belajar sembilan
tahun. Namun, siswa SMP Alternatif Qaryah Thayyibah sangat mencintai
dan bangga dengan sekolahnya.
Pukul 06.00 sekolah sudah mulai dan baru berakhir pada pukul 13.30.
Akan tetapi, jam sekolah itu terasa sangat pendek bagi murid-murid
sekolah tersebut sehingga setelah makan siang mereka biasanya kembali
lagi ke sekolah. Mereka belajar sambil bermain di sekolahnya sampai
malam, bahkan tak jarang mereka menginap di sekolah.

Murid-murid SMP Qaryah Thayyibah memang sangat menikmati sekolahnya.
Bersekolah merupakan sesuatu yang menyenangkan. Guru bukanlah penguasa
otoriter di kelas, tetapi teman belajar. Mereka bebas berbicara dengan
gurunya dalam bahasa Jawa ngoko, strata bahasa yang hanya pantas untuk
berbicara informal dengan kawan akrab.

Di kelas mereka juga sangat bebas. Mereka bisa asyik mengerjakan
soal-soal matematika dengan bersenda gurau, ada yang mengerjakan soal
sambil bersenandung, yang lain bermain monopoli. Suasana bermain itu
bahkan di taman kanak-kanak pun kini makin langka karena mereka dipaksa
oleh gurunya untuk membaca dan menulis.

SMP Qaryah Thayyibah lahir dari keprihatinan Bahruddin melihat
pendidikan di Tanah Air yang makin bobrok dan semakin mahal. Pada
pertengahan tahun 2003 anak pertamanya, Hilmy, akan masuk SMP. Hilmy
telah mendapatkan tempat di salah satu SMP favorit di Salatiga.
Namun, Bahruddin terusik dengan anak-anak petani lainnya yang tidak
mampu membayar uang masuk SMP negeri yang saat itu telah mencapai Rp
750.000, uang sekolah rata-rata Rp 35.000 per bulan, belum lagi uang
seragam dan uang buku yang jumlahnya mencapai ratusan ribu rupiah.
“Saya mungkin mampu, tetapi bagaimana dengan orang-orang lain?”
tuturnya.

Bahruddin yang menjadi ketua rukun wilayah di kampungnya kemudian
berinisiatif mengumpulkan warganya menawarkan gagasan, bagaimana jika
mereka membuat sekolah sendiri dengan mendirikan SMP alternatif. Dari
30 tetangga yang dikumpulkan, 12 orang berani memasukkan anaknya ke
sekolah coba-coba itu. Untuk menunjukkan keseriusannya, Bahruddin juga
memasukkan Hilmy ke sekolah yang diangan-angankannya.
“Saya ingin membuat sekolah yang murah, tetapi berkualitas. Saya tidak
berpikir saya akan bisa melahirkan anak yang hebat-hebat. Yang penting
mereka bisa bersekolah,” kata Bahruddin.

Bahruddin mengadopsi kurikulum SMP reguler di sekolahnya. Ia menyatakan
tidak sanggup menyusun kurikulum sendiri. Lagi pula sekolah akan diakui
sebagai sekolah berkualitas jika bisa memperoleh nilai yang baik dan
mendapatkan ijazah yang diakui pemerintah. Karena itulah ia memilih
format SMP Terbuka. Akan tetapi, ia mengubah kecenderungan SMP Terbuka
sekadar sebagai lembaga untuk membagi-bagi ijazah dengan mengelola
pendidikannya secara serius.
Sekolah itu menempati dua ruangan di rumah Bahruddin, yang sebelumnya
digunakan untuk Sekretariat Organisasi Tani Qaryah Thayyibah. Jumlah
guru yang mengajar sembilan orang, semuanya lulusan institut agama
Islam negeri dan sebagian besar di antaranya para aktivis petani.
Guru pelajaran Matematika-nya seorang lulusan SMA yang kini mondok di
pesantren. Akses internet gratis 24 jam diperoleh dari seorang
pengusaha internet di Salatiga yang tertarik dengan gagasan Bahruddin.
Dengan modal seadanya sekolah itu berjalan.

Ternyata pengakuan terhadap keberadaan SMP Alternatif Qaryah Thayyibah
tidak perlu waktu lama. Nilai rata- rata ulangan murid SMP Qaryah
Thayyibah jauh lebih baik daripada nilai rata-rata sekolah induknya,
terutama untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
Sekolah itu juga tampil meyakinkan, mengimbangi sekolah-sekolah negeri
dalam lomba cerdas cermat penguasaan materi pelajaran di Salatiga.
Sekolah itu juga mewakili Salatiga dalam lomba motivasi belajar mandiri
di tingkat provinsi, dikirim mewakili Salatiga untuk hadir dalam
Konvensi Lingkungan Hidup Pemuda Asia Pasifik di Surabaya. Pada tes
kenaikan kelas satu, nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Inggris
siswa Qaryah Thayyibah mencapai 8,86.
SMP Alternatif Qaryah Thayyibah juga maju dalam berkesenian. Di bawah
bimbingan guru musik, Soedjono, anak-anak sekolah bergabung dalam grup
musik Suara Lintang. Kebolehan anak-anak itu dalam menyanyikan lagu
mars dan himne sekolah dalam versi bahasa Inggris dan Indonesia bisa
didengarkan ketika membuka alamat situs sekolah
http://www.pendidikansalatiga.net/ qaryah. Grup musik anak-anak desa kecil itu
telah mendokumentasikan lagu tradisional anak dalam kaset, MP3, maupun
video CD album Tembang Dolanan Tempo Doeloe yang diproduksi sekaligus
untuk pencarian dana. Seluruh siswa bisa bermain gitar, yang menjadi
keterampilan wajib di sekolah itu.

Sulit dibayangkan anak- anak petani sederhana itu masing-masing
memiliki sebuah komputer, gitar, sepasang kamus bahasa
Inggris-Indonesia dan Indonesia-Inggris, satu paket pelajaran Bahasa
Inggris BBC di rumahnya. Semua itu tidak digratiskan. Anak-anak
memiliki semua itu dengan mengelola uang saku bersama-sama sebesar Rp
3.000 yang diterima anak dari orangtuanya setiap hari. Uang sebesar Rp
1.000 dipergunakan untuk mengangsur pembelian komputer. Untuk sarapan
pagi, minum susu, madu, dan makanan kecil tiap hari Rp 1.000, sedangkan
Rp 1.000 lainnya untuk ditabung di sekolah. Tabungan sekolah itu
dikembalikan untuk keperluan murid dalam bentuk gitar, kamus, dan
lain-lainnya.

Tidak mengherankan jika anak-anak dan orangtua mereka bangga dengan
sekolah itu. Betapa tidak, di sekolah yang berdekatan dengan rumah di
sebuah desa kecil mereka mendapatkan banyak hal yang tidak diperoleh di
sekolah-sekolah yang dikelola dengan logika dagang.

Ismanto (43) menceritakan, anaknya sempat down saat mendaftar SLTP di
Salatiga dua tahun lalu. Uang masuknya Rp 200.000, belum termasuk buku
dan seragam. Tidak ada seorang murid pun ke sekolah dengan berjalan
kaki selain anaknya, Emi Zubaiti (13). Kini Emi menjadi seorang anak
yang pandai dalam berbagai mata pelajaran, pintar bernyanyi, dan
percaya diri. Ia tidak pernah membayangkan bisa menyekolahkan Emi, anak
pasangan tukang reparasi sofa dan bakul jamu gendong, mendapat sekolah
yang baik. Bahkan Ismanto ikut menikmati komputer yang dikredit dari
uang saku anaknya. Dibimbing anaknya, sekarang Ismanto mulai belajar
komputer. “Tidak pernah terpikir, saya bisa membelikan komputer. Kini
saya malah bisa ikut menikmati,” kata Ismanto.
(P Bambang Wisudo/ Rien Kuntari)

51 thoughts on “Sekolah Global di Desa Kecil Kalibening

  1. afifah says:

    this is the most -best beginning of our education era when others paid much to get knowledge the one and only will start to be volunteer in the way of God’s blessing that will be high honoured in the end.

    to be new era of indonesia among other modern countries in this world through the rise of thought start at the chidren education up to higher level and so on.

    good luck and keep in struggle for better life of indonesia.
    viva global education and freedom to be educated.

  2. afifah says:

    any comment of my statement will be accepted and i love to discuss.
    afifah
    ana_afifah@yahoo.com

  3. Edith says:

    Saya ingin sekali berkunjung. Mohon petunjuk bagaimana arah desa Kalibening dari Semarang. Terima kasih atas petunjuknya

    Salam

  4. ANUNG says:

    Assalamualaikum wr.wb,

    Saya sudah beberapa kali mendengar tentang sekolah alternatif QT yang berada di Jawa Tengah.
    Sebagai orang tua dari dua orang putri, saat ini saya menyekolahkan anak saya di sebuah sekolah alam di Surabaya.
    Saya tahu bahwa konsep sekolah alam tidak sama dengan sekolah kebanyakan, dimana proses pembelajarannya masih konvensional. Saya yaking begitu pula yang ada dengan sekolah alternatif QT. Saya beberapa kali membaca berita tentang prestasi dan kemampuan para siswa sekolahalternatif QT.
    Saya ingin sekali mengunjungi sekolah alternatif QT dalam waktu dekat dan ingin mengetahui proses pembelajaran yang ada disana.
    Apabila berkenan, saya mohon diberikan alamat yang lengkap.

    Salam dari Surabaya,
    Anung Purwandoko

  5. sujono samba says:

    Pendidikan alternatif qaryah thayyibah, dari ABC salatiga kearah timur 1km. tanya Kalibening

  6. Buy cheap phentermine online lowest prices….

    Phentermine buy phentermine cheap phentermine….

  7. Arie says:

    4 thumbs up for Pak Bahruddin. ingin sekali bisa melakukan hal yg sama. semoga semakin mengsinspirasi saya, n siapapun, dan membukakan mata siapapun bahwa it’s the real education needed!

  8. Rerry says:

    saya adalah mahasiswa pendidikan non formal Universitas Negeri Malang yang terinspirasi oleh pemikiran2 pak Bahrudin.

    Insya Allah saya bersama kawan2 akan bergotong royong mendirikan sekolah semacam Sekolah Alternatif di sebuah desa di Klaten.

    Saya mohon bimbingannya…..

    karena, saya benar2 prihatin dengan pendidikan Indonesia yang menurut saya sudah cukup menidas orang2 miskin.

    Menurut saya, kemerdekaan adalah hak segala bangsa
    hak segala bangsa adalah bebas dari kemiskinan dan kebodohan….

    kenapa pintar itu mahal?
    apakah orang miskin tidak mampu membeli ke”peintaran”?
    apakah orang miskin dilarang sekolah?

    mohon bimbingannya…

    cp: 085691919722

  9. Rerry says:

    ato kunjungi Friendster saya
    di

    kak_rerry@yahoo.co.id

  10. arisuke says:

    Rincian jalannya sbb:
    Dari pertigaan bangjo terminal Tingkir (sala3), silahkan ke arah timur (arah jln Suruh) sktr 50m ada perempatan kecil, belok kiri. Sekitar 1 Km nanti ada pertigaan sebelah kanan (pertigaan sebelah kanan pertama),Cirinya ada semacam gerbang desa di pertigaaan ini. Belok kanan, lurus aja trus ikuti jalan, sekitar 2KM mungkin. Ketemu perempatan, sebelah kiri ada musholla kecil, lurus aja lagi. Sampai ekitar sini, kanan kiri berupa sawah2 (baca: masih asri 🙂 , ketemu pertigaan pertama di sebelah kanan (ada warung bensin kalo nggak kliru), ambil ke kanan. Ikuti jalan aja sktr 300m paling, mentok jalan ambil kiri 10m, trus ke kanan lurus aja sampai mentok pertigaan (sebelah kiri jalan ada warung di pertigaan ini).
    Sampai deh..
    Lokasinya di belakang rumah ini persis, ato silahkan tanya saja ke warung ini. Ada salah satu pengajarnya yg tinggal di rumah ini (temen-Q).
    Semoga membantu, salam..
    Kalo masih blm jelas, silahkan contact email saya. arisuke[at]gmail[dot]com

  11. Rerry says:

    assalam…..

    saya adalah mahasiswa jurusan pendidikan non formal universitas negeri malang

    pak bahrudin telah memberikan saya inspirasi untuk menumbuh kembangkan pendidikan indonesia..

    insya Allah, saya bersama teman2 yang lain akan berjuag sekuat tenaga kami untuk berjuang bersama2 demi pendidikan bangsa indonesia.

    kemerdekaan adalah hak segala bangsa,
    hak bangsa indonesia adalah mendapatkan pendidikan yang layak.

    Salut untuk pak bahrudin

    dan para aktivis pendidikan nusantara

  12. Suharjianto says:

    saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk pak Bahruddin, semoga menjadi amal shaleh di sisi Allah s.w.t. Sekolah semacam ini yang riil dibutuhkan oleh masyarakat kita yang sebagian besar masih memandang sekolah sebagai barang sangat mahal. jika berkenan, saya usulkan agar qaryah Thayyibah juga membuka untuk tingga SLTA. semoga sukses selalu.
    Saya dari Solo ingin sekali berkunjung ke sekolah QT, tolong bisa diberi alamat lengkap dan arah-arahnya. terima kasih

  13. Lita WuLan says:

    beranGkat dari pemikiran unTuk mencari solusi dan alteRnatiF terbaik bagi pendidikan kita, saya sangaT adore dan suPPort terhadap sekoLah aLternatif QT..
    dikampUs banYak diskusi mengenai masaLah ini, sayaPun akTif terjun kedaLam kegiatan2 sosiAl pendidikan..
    “bukan inGin mengganTi kurikuLum nasional yang dibUat pemerinTah, taPi kami inGin mencari cara dan metode barU baGi pengaJaran pendidikan kita”….Romo MangUn…

  14. W. Fernandez says:

    Hampir senada dengan yang lain, saya sangat tertarik dengan konsep2 pendidikan alternatif seperti ini. Setuju sekali karna memang sisdiknas kita ini terlalu hancur berantakan. Karena itu saya ingin berkunjung ke sana. bisa minta alamat dan kontak dari pak badrudin??

  15. Agustara Kusuma says:

    saya adalah mahasiswa UNY jurusan sastra indonesia yang belum lama ini berkunjung ke Qaryah Thayyibah,desa kali bening. saya sangat tertarik dengan metode pembelajaran disana. saya melihat siswa begitu dibebaskan dalam belajar dan mengembangkan ilmunya. mereka sama sekali tidak terikat dengan aturan-aturan akademik yang membebani. tebukti dengan metode pembelajaran seperti ini siswa disana bisa berprestasi.
    kalau boleh tolong dong minta alamat emailnya mba Fina or temen2 yang disana. kapan2 aku pingin diskusi ma kalian. tanks

  16. yasykur says:

    saya sangat tertarik seakli dengan konsep pendidikan yang ditawarkan oleh bpk bahruddin, anggapan bahwa sekolah yang berkualitas itu harus mahal itu tidak benar, faktanya ketika saya melihat profile dan hasil karya dari siswa-siswi qt sangat luar biasa karena konsep yang ditawarkan adalah bagaimana siswa itu harus pintar tetapi tidak mematok standar tertentu yang akan membuat siswa jadi ketakuatan akibatnya belajarpun tidak enjoy sangat mungkin sekali jika model pendidikan di indonesia menggunakan konsep pendidikan yang dijalnkan oleh sekolah alternatif qoryah thoyibah akan memunculkan generasi-generasi yang akan membangun indonesia masa depan lebih baik.
    dan alhamdulilah tahun ini kami dari salah satu staf pengajar DI LPS.ALQOBAH KWARON DIWEK JOMBANG mampu merubah sistem yang konvensional menjadi sekolah yang berbasis teknologi yang masing-masing kelas ada 5 unit komputer yang online internet 24 jam dengan pola pembelajaran guru hanya sebagai fasilitator mendampingi anak dalam berproses pengembangan dirinya. salam tuk siswa di qt spesial untuk neng vita moga kerasan disana.

  17. yasykur says:

    saya sangat tertarik dengan konsep pendidikan yang ditawarkan oleh bapak burhanudin.

  18. fuad says:

    saya sedang mencari bentuk yang lain dari sekolahan. Saya selama ini di ambon. Sudah membina yayasan selama 6 tahun. Sejak di bangku smp dan sma, memenag serig kurang suka dengan metode yang ditawarkan para guru. Mpnoton. Jadi setelah membina sendiri sekolah, (kami punya SDm SMP dan SMK). rasanya hati kembali berontak buka sekolah yang lain dari program pemerintah. Al-hamdulillah, sedikit demi sedikit info kami kumpul. dan salah satunya dalah dengan menygejar info skolah alternatif, skolah alam. Insya allah kami kunjungi skolah QT pada kesempatan yang tepat. Masalahnya, dari ambon, ke jawa butuh tidak sedikit pulsa dan pulus.
    Akan sangat menarik juga bila sebelum kami ligat langsung, sudah ada beberapa info tambahan yang bisa di dapat. Misal kurikulum, dll.
    Selamat bekerja buat penegelola QT. Semoga amalan menjadi pendamping kita dunia akhirat. Amin,
    Yayasan Pendidikan Islam Al-Wathan Ambon.
    Fuad M Azuz

  19. mustakim says:

    aku sangat mendukung adanya sekolah qoryah toyibah

  20. mustakim says:

    saya sangat tertarik dengan karya-karya yang ditulis oleh vina pa lagi bahasanya sangat mudah dipahami KENALKAN NAMA SAYA MUSTAKIM SAYA SEKARANG DI LPS.AL-AQOBAH DIWEK JOMBANG JATIM

  21. ARIS KOMARUDIN says:

    saya mahasiswa fak.tarbiyah IAIN Walisongo Semarang,sedang menggarap skripsi tentang Teologi Pembebasan Menurut Asghar Ali Engineer Relevansinya dengan Pendidikan Akidah. Saya melihat bahwa model pembebasan yang paling masuk akal yang tidak terjebak pada stigma”kanan-kiri” dan bisa menjadi ‘the third way’ adalah sekolah model SMP Qoryah Thayyibah ini. Apresiasi tehadap eksisistensi sekolah ini datang dari semua pihak.
    Ikhtiar ini adalah ekspresi keimanan dan ketauhidan dan jihad sosial yang futuristik. Sungguh luar biasa dan membebaskan semua pihak dari prasangka buruk dan memberi inspirasi umat islam atau umat lainnya untuk lebih memikirkan bahwa yang penting bagaimana menyadarkan dan menggerakan semua orang untuk berperan memajukan bangsa yang sedang terpuruk ini agar lepas dari situasi penindasan yang penuh dengan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) yang begitu membudaya dan memenjara kita.

  22. mustakim says:

    dik fina kapan kamu ke PP al-aqobanh lagi aku pingin bedah novel lagi?

  23. sarwo says:

    kalau boleh tahu, sekolah QT ada proses seperti sekolah formal penerimaan siswa baru seperti sekolah formal yang ditentukan masa pendaftaran,oreinrasi dll, atau bisa masuk meski masa tahun ajaran sudah berlangsung ( terlambat mendaftar masih bisa masukkah? )

    terimakasih

  24. sarwo says:

    saya hari sabtu sudah melihat kesana, memang seharusnya dimana kita berada bisa membentuk komunitas seperti di desa kalibening, supaya indonesia tidak tambah terpuruk lagi
    salut untuk masBahruddin

  25. husvarice yusya says:

    aku minta no telp sekolahnya ya..aku mau berkunjung

  26. adi says:

    saya alumni dari QT. tapi sekarang di pindahkan oleh ortu ke bandung…

  27. Abdul Ghofur says:

    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
    Apa kabar Gus Bur ! ana salah satu peserta yang pada hari minggu kemaren datang mendampingi SD IT al-anis Njiwan Ngemplak Kartosuro. gus ana masih penasaran bercampur kagum atas keberanian gus burhanuddin dalam penyelenggaraan sekolah global yang oleh gus amirul kemaren digelari “GILA” yang memiliki makna positif (gigih, inovatif dan seterusnya). pendidikan yang boleh saya katakan sebagai pendidikan spektakuler dan sangat revolusioner, kalau gus bur tberkenan ana mohon profil dan landasan berfikir serta sejarahnya smp Qoryah Toyibah, karena ana sendiri juga sangat tertarik dengan sekolah yang berbasis pada komunitas, dan memanfaatkan alam sebagai laboratorium utama selain peralatan teknologi.
    atas bantuan informasi yang dibagikan kepada ana sebelumnya ana haturkan ucapan terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wrwb.

  28. afnan tsalis says:

    > dan pak bagaimn cr ank bs mempunyai inspirasi kpd ank itu sendiri? tolong bantu saya pak!

    >1 lg pak badrudin sy menjadi anggota sekolah bpk itu? sy sngt ingin sekali menjadi slah stu anggota sma bpk disana!

    >sudah sekian dr terima kasih

    wassalammu’alikum wr.wb

  29. assalamu’alaikum buat insan islam yg ada di qoryah toyyibah salam sejahtera khususnya to k’ fina kapan ke AQOBAH lagi kita semua kangen looooo ma k’ fina & kapan novel barunya muncul lagi>?kita semua nunggu novelnya dijamin qta pasti beli&baca novel k’ fina daaaaaa wassalam……………….

  30. ade says:

    haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. pak bahrudin kan sekolah ini kan buat orang yang kurang mampu , trus gimana koq bisa ter kenal>> makasih(nak aqobah)wassalamu’aikum

  31. >>>>>>>pak maaf sy salah ketik

    > pak bahrudon ini prretanyaan saya bagaimn ank bs mempunyai inspirasi belajar yg sngt tinggi seperti k’ fina itu?

    >> da pak apakah saya yg bertempaat di surabaya bs menjkadi salah satu anggota sekolah bapak di sana?

    tolong jwb di email saya pak : tsalis_cakep@yahoo.co.id

    terima kasih pak bahrudi

    wassalam mu’alikum. wr. wb

  32. MAAF PAK BAHRUDIN SAYA SANGAT MAAF KEN SAYA SALAH KETIK MAAAAF SEKALI LG YA!! PAK ASSALAMMUALIKUM. WR. WB

  33. pak maaf ni yg keduakalinya!!!!!!!!to bapak bahrudin

    >pak bagaimn? ank mempunyai sebuah inspirasi tuk belajar lebih giat di sekolah bapak trsebut?

    >dan gini katanya bapk ini sudah membuat sma di sekolah bapak tersebut?

    >dan apakah saya yg bertempat di surabaya ini bisa menjadi salah satu anggota di sekolah bapak tersebut ?

    > ni buat k’ fina >k’ kpn ke aqobah lg ???

    >end novel barunya kpn muncul q nunggu lo k’ fina!

    (nak aqobah) wassalammu’alikum. wr.wb

  34. kapt says:

    isine arek aqobah tok ikie….
    bravo fitri dan fita + fi…….

  35. qodin says:

    asslamu’alaikum………….
    kenalkan nama saya ahmad nur qodin, saya mau mengunjungi sekolah QT tapi gak tahu alamatnya dan arah-arahannya tolong dikasih dong…………
    saya tunggu balasannya lho…… thanks.
    kirim ja ke email saya di “qodin_nur@yahoo.co.id”

  36. alfia says:

    pak, saya ingin mengunjungi QT. tolong di kasih arah-arahannya. trimakasih.
    di email ya pak
    guitarfia@hotmail.com

  37. Maju Terus QT!!
    Thank’s 4 Mr.Bahrudin Cz Dah Ngasih pendidikan Yang mUrah, tapi Gak Asal Murahan!!!

  38. TO QODIN!!!
    U maen Aja KE KOTA SALA3, truz turun Di Terminal, Cari Tukang Ojek Bilang Turun di Ds.KAlibening, KEc.Tingkir. geetoo truz TAnyao Qaryah Thayyibah!! Semua Orang musti TAu!! Kurang JElas Email ke :
    azrur6@gmail.com

  39. mawar says:

    bapak, saya mawar dari Trans TV, saya tertarik untuk meliput Sekolah ini. bolehkah saya meminta nomor telp untuk informasi pendahuluan sebelum kesana. saya berencana ke solo tanggal 20 – 24 November 2007 besok.
    saya bisa dihubungi di mawar_gilnardy@yahoo.com
    terimakasih

  40. ordinaryumat says:

    salam kenal sblmnya,

    saya mau nyumbang opini, boleh ya…
    saya rasa satu2 nya solusi bangsa ini(yg sdh kepalang mengalami kemunduran) ad.pendidikan agama dan teknologi,sbg investasi kita masa dpn,kita ga perlu investasi2 dari dari luar,yg lebih tepatnya rentenir itu,krn tdk byk ngasih manfaat,malah byk mudorotnya.tp masalahnya sampai detik ini sy blm mlihat ada pendidikan spt itu diindonesia (CMIIW),

    Kecuali ada salah satu pesantren yg katanya termegah di AsTeng,letaknya didaerah terpencil Indramayu,dimana bibit2 unggul bangsa ditempa dg keras,disiplin,n yg trpenting dg penuh kasih sayang.pend agama yg islami moderat.teknologi tepat guna, dan yg utama pend ahlak.

    Dengar2 katanya memang imam pesantren itu punya misi menjadikan anak2 lulusannya pesantren Al Zaytun ini sebagai calon2 pemimpin bangsa yg akan menjadi agen perubahan.Sungguh cita2 yg visioner dan sgt mulia……Karena sy pernah mlihat melawat lngsung kesana,sy yakin sepenuhnya bahwa masa dpn bangsa indonesia trcinta ini ada disana.

    maaf bila kurang berkenan
    ordinaryumat@yahoo.co.id

  41. naufal says:

    bravo QTIT!
    aku siswa kls vi sdn trosobo di sidoarjo, kagum banget dg smp qti, bisa nggak ndaftar sekolah di smp qti? gimana caranya?

  42. pri says:

    sangat bagus ide pencatusan sekolah alternatif tersebut. saya pingin tahu bagaimana menejemennya secara lengkap. dan bagaimana dengan pendanaanya ? dengan biaya yang murah apa cukup untuk biaya operasional ?

  43. azis says:

    setelah saya membaca-baca artikel di internet mengenai sekolah alternatif qaryah thayyibah, saya menjadi tertarik untuk menjadikan sekolah ini sebagai objek penelitian saya. mohon saya diberi ijin untuk melakukan penelitian di sekolah ini.

  44. Endang M. Kurnianti says:

    Ass. W.W. Sejuk nian tindakan yang diwujudkan oleh Bapak Bahruddin. Selalu dilimpahkan kemudahan dalam mendampingi peserta didiknya.

  45. rachmi says:

    Say sangat tertarik dan bangga dengan keberadaah SMP Qayah Thayyibah. Anak saya sekarng 10 tahun dan kelas 5 SD di bandung, saya sudah mendengar tentang sekolah ini dan ingin sekali smp nantinya anak saya bisa mendapat sekolah seperti Qaryah Thayyibah jika ada yang dibandung

  46. indah says:

    ass………
    saya mau tnya,kalo cara pendaftarannya gmna?saya pingin tahu bagaimana menejemen secara lengkap dan pendanaanya?dan kalo siswa yang dari luar kota ada asrama nggak?
    sblm dan sesudhnya trma ksh….
    wss………..

  47. yulia says:

    ass…….
    pak bahrudin,saya mau tanya,gimana cara mndftr,saya kan tinggal diwonosobo,trus biayanya berapa dan ada asramanya nggak?mohon dibalas ya pak…….
    mkacih………
    wss…….

  48. fatimah says:

    ass……….
    pak itu sekolahnya khusus smp pa udah ada sma nya?saya kan lulusan smp,tpi msih bngung mau nglanjutin skolah dmna?
    tolong beri ket. yang lengkap y?
    trus lo dri tegalombo kemana?
    trimakasih……..
    tlong dbles y pak………
    wss……….

  49. abdulloh says:

    mas Bahrudin, bisa ndak ngembangkan sekolah serupa di daerah laen ? bikin oasis yang laen donk dengan duplicating system ! Rabbuna yubarik !

  50. wahyu says:

    Mengesankan.
    Pertama kali mendengar cerita tentang sekolah alternatif ini saya tidak percaya. Sekarang pun setelah membaca artikel ini, saya masih punya banyak pertanyaan. Ingin sekali rasanya mengunjungi sekolah ini dan melihat langsung apa yang terjadi di dalamnya.
    Saya berharap, akan hadir Qoriyah Toyyibah di tempat lain.
    Sukses selalu untuk sekolah alternatif Qoriyah Toyyibah dan para aktivis pendidikan.

  51. AMAZING! begitu banyak orang yang peduli dengan pendidikan untuk bangsa ini, hanya saja masih banyak juga yang belum bisa melangkahkan aksinya. Semoga inspirasi ini akan lebih banyak melahirkan langkah – langkah baru dalam memajukan dunia pendidikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: