Firefox dibuat oleh ABG?


That’s true? apakah bener? firefox awal dibuat oleh seorang ABG
berikut kutipan artikel dari tempointeraktif.com yang juga di muat di majalah Tempo

—————————————————————————————

Adu Balap di Jagat Maya

Internet lambat bisa diakali dengan memasang peranti Firefox. Inilah penggusur Internet Explorer yang dibikin oleh ABG.

Musuh utama si jago komputer adalah rasa bosan. Selama bertahun-tahun Ahmad Ulfi M.S., mantan Web Services Manager Detik.com, telah belajar menghadapi rivalnya itu. Dia tahan duduk berjam-jam memecahkan kode-kode komputer yang rumit. Bisa melek semalam suntuk, menuliskan program komputer untuk kuis-kuis sandek (SMS) di berbagai operator telepon seluler. Satu persoalan yang mengganjal: lambatnya Internet.

Sebagai pengawas jaringan komputer di Telequam, perusahaan penyedia jasa telepon Internet (voice over Internet protocol, VoIP), hidup-matinya memang bergantung pada Internet. Saban hari ia duduk di ruang yang hampir sedingin kulkas untuk mengawasi komputer pusat data kliennya lewat Internet. Satu-satunya hiburan di ruangan itu adalah berselancar di dunia maya.

Itulah sebabnya dia memburu peranti apa saja yang bisa membuat akses Internet di komputernya lebih lekas, tanpa harus mengeluarkan tambahan biaya. Akses lebih cepat berarti pekerjaan makin lancar, termasuk berbagai “hiburan” berupa berita yang ia nikmati sembari kerja.

Untunglah, dia berjumpa dengan peranti Firefox. Peranti lunak inilah yang digunakan untuk berselancar seperti Internet Explorer (IE).

Mulanya dia tak yakin Firefox bisa sebagus IE. Maklumlah, si Rubah Api ini tak didukung pemodal kuat seperti IE, yang dimodali habis-habisan oleh Bill Gates, bos Microsoft. Firefox cuma peranti selancar yang dibuat oleh para sukarelawan dari berbagai penjuru bumi. Ada yang bekas pembobol komputer tapi sudah insyaf. Ada programmer komputer yang terketuk hatinya ingin beramal. Ada juga “anak-anak kemarin sore” yang baru belajar bahasa komputer. Ribuan sukarelawan para penggila komputer yang terserak di berbagai negara itu bergotong-royong membangun perambah (browser) baru penantang IE itu.

Di luar dugaan Ulfi, Firefox ternyata merupakan peranti yang cabe rawit. Ukurannya kecil, cuma 4,7 megabyte atau sepertiga ukuran browser IE. Namun, kemampuannya dahsyat. “Firefox menampilkan halaman web lebih cepat, sampai 15 persen,” kata programmer alumni Politeknik Institut Teknologi Bandung itu.

Uji adu balap Firefox versus IE yang dilakukan Tempo menunjukkan hal serupa. Akses ke halaman depan Detik.com, misalnya, dengan IE perlu waktu 87 detik. Dengan Firefox, bisa cuma 40 detik. Dari sepuluh kali uji, rata-rata Firefox memang mempecundangi IE dalam soal kecepatan, 5 sampai 15 persen lebih cepat. Lumayan, kan?

Itu kecepatan dengan fasilitas normal. Bila kita menghidupkan fasilitas tambahan, yakni Adblock, peranti untuk menghilangkan iklan, dijamin halaman bisa dibuka dua sampai tiga kali lipat lebih lekas.

Selain soal kecepatan, Firefox adalah perambah yang dilengkapi teknologi tab. Teknologi ini memungkinkan kita bisa membuka banyak halaman web—misalnya halaman http://www.tempointeraktif.com, http://www.cnn.com, http://www.bbc.co.uk, dan http://www.friendster. com—walaupun dengan satu jendela. Ini yang juga tak bisa ditandingi peranti bikinan Microsoft.

Perambah ini juga didesain sesuai dengan selera pengguna. Pengguna serius bisa menambahkan tambahan peranti (extension) sendiri. Ada beragam peranti tambahan, mulai dari pemblokir iklan, penguji kecepatan, hingga layanan berita instan (baca juga infografik).

Itulah sebabnya Ulfi sudah cinta setengah mati dengan peranti ini. “Saya sudah memakai Firefox sejak dua tahun lalu, sejak versi uji coba Firefox 0.7,” ujarnya.

Bukan cuma Ulfi yang memuji. Situs komputer terkemuka CNET.com juga menganugerahi peranti ini gelar sebagai perambah terbaik pilihan editor. Majalah Forbes pun berkomentar senada, “Lompatan teknologi Firefox lebih baik dari IE.”

Dengan berbagai keunggulan itu, tak mengherankan bila peranti ini meledak dalam tempo singkat. Sejak diluncurkan secara resmi pada awal November lalu, Firefox versi 1.0 telah diunduh (download) lebih dari 21 juta orang, sekitar lima persen dari total pemakai perambah. Jumlah itu membuat persentase pemakai IE menyusut dari 95 persen menjadi 90 persen. “Jumlah pengguna Firefox akan tembus 10 persen pada pertengahan tahun ini,” begitu WebSideStory, perusahaan survei Internet, meramalkan.

Angka itu tergolong fenomenal untuk peranti lunak gratisan yang awalnya dikembangkan oleh anak SMA asal California, Amerika Serikat, Blake Ross. Ross adalah tipikal anak yang suka mengutak-atik komputer. Saat masih SD, sekitar umur 10 tahun, si kecil Ross sudah bisa membuat halaman web sendiri yang dia pasang di America Online. Empat tahun kemudian dia khatam bahasa program komputer C++. Dari kamarnya, ia memperbaiki cacat program yang ada pada Netscape—pelopor perambah sebelum akhirnya dikalahkan IE.

Hobinya itu membuat ayahnya terkejut ketika tiba-tiba datang tawaran pekerjaan bagi si kecil Ross. “Pekerjaan apa? Jaga toko?” tanya David Ross, sang ayah, terheran-heran. Benar, tapi di Netscape Communications Corp.

Ross pun dikontrak anak perusahaan penyedia jasa Internet terbesar di AS, America Online. Dia juga diboyong ke apartemen mewah di dekat kantor pusat Netscape di Mountain View, California. Pekerjaannya adalah membenahi Netscape. Meskipun sudah jadi orang kantoran, Ross tetaplah anak-anak yang tiap kali ke kantor harus diantar ibunya.

Di kantor Netscape inilah dia memulai mimpinya bersama koleganya, David Hyatt: membikin perambah yang ramping dan efisien. Di sela-sela pekerjaan rutinnya, mereka bergabung dengan proyek pengembangan perambah Mozilla dan Firefox. Ini merupakan proyek open source alias proyek gratisan yang melibatkan sukarelawan dari berbagai penjuru. Para programmer itu bertukar pikiran, berbagi rancangan program, untuk merevisi cacat Firefox lewat surel (surat elektronik).

Semua itu dikerjakan di tengah padatnya tenggat tugas di sekolah dan kantornya. “Saya ingat tiap malam harus lembur di kantor Netscape membaca usulan dari seantero jagat,” tutur lelaki yang kini berumur 19 tahun dan kuliah di Stanford University itu.

Pernah suatu kali diadakan pertemuan di kalangan pengembang Firefox. Banyak yang terperangah dengan Ross yang masih ABG (anak baru gede). “Di proyek open source, keahlian menentukan posisi. Siapa jago, dia maju. Ross layak mendapatkan posisinya,” kata Direktur Rekayasa Yayasan Mozilla, Chris Hofmann, kepada kantor berita AP.

Dua tahun sering pulang malam, bahkan pulang pagi, adalah dua tahun yang tak percuma bagi Ross. November lalu Firefox lahir dengan pesona yang komplet: gratis, ringan, menampilkan halaman web lebih cepat, lebih sukar disusupi virus atau iklan-iklan tersembunyi (spyware). Kelahirannya disambut antusias oleh para penggemarnya, tak terkecuali di Indonesia. Di Jakarta malah digelar pesta khusus di restoran mentereng asal Prancis, Marche Movenpick, di Kuningan, Jakarta Selatan. Inilah pesta geng maya yang anggotanya berkenalan lewat Internet. “Ini pesta kaum anti-IE banget,” kata Viking V.H.S Karwur, desainer web/multimedia senior di AVIGRA Communication Group.

Ibarat hotel, tutur Viking, Firefox adalah perambah bintang lima. Sedangkan rivalnya yang lain, IE, bintang dua, Netscape K-meleon bintang empat, dan Opera bintang dua. Saking fanatiknya dengan Firefox, Viking tak cuma menyebarkan demam peranti ini di rumah dan kantornya, tapi juga warung-warung Internet yang ia sambangi. Demam itu kini menyebar cepat.

Apakah ini ancaman serius buat IE? Menurut Ben English, Security and Management Product Manager Microsoft, perusahaannya tenang-tenang saja menghadapi gempuran itu. “IE toh ada di mana-mana. IE juga tidak kalah aman,” katanya santai.

Perang sudah dimulai. Siapa pemenangnya? Anda yang menentukan.

Burhan Sholihin

Copyright @ tempointeraktif

2 thoughts on “Firefox dibuat oleh ABG?

  1. Fajar_IS says:

    Anak Buah Gue yang bikin ;-p

  2. FAUZAN says:

    Ross…. the next gates for the world. -salute-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: